Pelangi/Qarira Garden Merana di Gerbang Tol Way Kenanga, Aset Ratusan Juta Kini Terbengkalai
MESUJI – Di tengah harapan menjadikan BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa, kondisi BUMDes Pelangi/Qarira Garden di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Way Serdang, justru menunjukkan ironi.
Berada di kawasan strategis dekat Gerbang Tol Way Kenanga, destinasi wisata desa ini kini tampak kehilangan denyut kehidupan.
Kolam renang dewasa, kolam anak-anak, hingga wahana permainan bebek air terlihat tidak lagi terawat dan menjadi Semak belukar.
Fasilitas yang pernah menjadi daya tarik masyarakat kini menyisakan kesan terbengkalai tidak ada kehidupan, menurut warga sekitar.
Sejumlah warga membandingkan kondisi tersebut dengan masa kepemimpinan kepala desa sebelumnya, ketika kawasan wisata itu dinilai lebih bersih, tertata, dan lebih ramai dikunjungi.
Menurut mereka, tantangan saat ini bukan membangun dari awal, melainkan menjaga dan mengembangkan aset yang telah tersedia.
"Yang disayangkan, potensi wisatanya sudah ada. Tinggal dirawat dan dikelola dengan baik agar kembali hidup," kata seorang warga.
Kondisi Pelangi/Qarira Garden menjadi pengingat bahwa membangun aset desa hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan aset tersebut terus dipelihara, dikelola secara profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tanpa pengelolaan yang konsisten, investasi desa berisiko kehilangan nilai ekonomi dan fungsi sosialnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Desa Bumi Harapan dan pengelola BUMDes segera menyusun langkah pembenahan, mulai dari pembersihan lingkungan wisata, perawatan fasilitas, hingga strategi menarik kembali pengunjung.
Dengan posisi yang berada di jalur strategis, Pelangi/Qarira Garden masih memiliki peluang untuk bangkit apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Hingga berita ini di terbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari Pemerintah Desa Bumi Harapan maupun pengelola BUMDes terkait kondisi terkini Pelangi/Qarira Garden.(Red/rls)
Post a Comment