Diduga Cemari Lingkungan dan Ganggu Jalan, Lapak Karet di Desa Adi Mulyo Dikeluhkan Warga
MESUJI — Keberadaan sebuah lapak pengepul karet di Desa Adi Mulyo, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, Lampung, menuai protes keras dari masyarakat setempat. Aktivitas usaha tersebut diduga kuat telah mengganggu kenyamanan warga dan mencemari lingkungan sekitar.
Selain menimbulkan aroma busuk yang menyengat, lapak karet tersebut disinyalir sengaja membuang air limbah langsung ke saluran drainase. Parahnya, air limbah kerap meluap hingga menggenangi badan jalan utama dan dialirkan ke sungai alam yang berada tepat di bawah lokasi lapak.
Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa pemandangan air limbah yang menggenang sudah menjadi makanan sehari-hari, terutama saat aktivitas bongkar muat karet sedang tinggi.
"Itu kalau pas muat banyak, air limbahnya menggenang hingga ke badan jalan. Tentu sangat mengganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara yang melintas," ujarnya kepada media.
Ia menambahkan, dampak buruk dari pembuangan limbah ini akan jauh lebih terasa saat musim penghujan tiba. Aliran limbah yang mengalir ke sungai alam menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat dan menusuk hidung, hingga mengganggu mobilitas serta kesehatan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Kondisi yang sudah berlangsung cukup lama ini membuat kesabaran warga mulai habis. Mewakili masyarakat terdampak, ia berharap pihak berwenang tidak tinggal diam melihat pelanggaran lingkungan ini.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Mesuji, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk segera turun ke lapangan guna meninjau lokasi dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku usaha yang dinilai mengabaikan faktor kesehatan dan kelestarian lingkungan demi keuntungan pribadi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola lapak karet di Desa Adi Mulyo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran limbah tersebut.(Red)
Post a Comment